Newsflash

Mazmur 34:8 Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
 
HOME
MANUSIA DURHAKA PDF  | Print |  E-mail
Thursday, 29 July 2010
Image“SIAPAKAH YANG SAMA SEPERTI BINATANG INI”
“MANUSIA DURHAKA” ALIAS “ANTI KRISTUS”
ANALISIS ALKITABIAH WAHYU 13

Oleh Pdt. Hotma Saor Parasian Silitonga, M.A., M.Th., Ph.D.

PENGANTAR

Wahyu 13 ditulis oleh Yohanes Kekasih untuk menggambarkan kuasa manusia yang disebut “manusia durhaka” (2 Tesalonika 2:3).  Kuasa “manusia durhaka” ini diidentifikasi oleh Yohanes Kekasih dalam suratnya sebagai “antikristus” (1 Yohanes 2:18-22; 4:1-6; 2 Yohanes  1:7).  Sebutan lain untuk “antikristus” sebagai “manusia durhaka” yang sama dengan “penyesat” di Alkitab Perjanjian Baru adalah “Mesias atau Kristus palsu,” yang erat hubungannya dengan “filsafat kosong dan palsu” (Matius 24:24 dan Markus 13:22; Kolose 2:8). 

Bila dihubungkan dengan pernyataan Daniel di Alkitab Perjanjian Lama, kuasa manusia ini disebut “tanduk lain yang kecil, yang mempunyai mata manusia dan mulut yang menyombong” (Daniel 7:8; 7:24-26; 8:9-12).  Apa yang tampil di Wahyu 13 ini adalah tandingan dari apa yang tampil di Wahyu 7 dan 14 yaitu PANSUS MATANG alias PERKUMPULAN KHUSUS UMAT ALLAH YANG MENANG karena kasih karunia Raja Sorga melalui Yesus Kristus.

Binatang di Wahyu 13 ini adalah kekuasaan manusia di “kerajaan keempat” berdasarkan merek yang Daniel nyatakan oleh ilham Roh Nubuat.  Berdasarkan Daniel 2 sebutan untuk kerajaan keempat ini adalah “Kerajaan Terbagi” yaitu besi bercampur tanah liat yang artinya “tidak pernah akan merupakan suatu kesatuan.” 

Pernyataannya adalah: Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.  Apakah arti lambang ini? 

Seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa KERAJAAN ITU TERBAGI; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.  Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.  

Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi TIDAK AKAN MERUPAKAN SATU KESATUAN, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat (2:40-43).

Kerajaan keempat berdasarkan Daniel 7 adalah binatang ke-4 bertanduk 10+1-3.  Angkanya jangan dijumlah, karena maknanya sama dengan yang di Daniel 2 yaitu KERAJAAN TERBAGI yaitu KERAJAAN DUNIA YANG TIDAK AKAN MERUPAKAN SATU KESATUAN.  Jelasnya, kerajaan dunia akan selalu berperang satu dengan yang lain, sebagaimana yang Yesus Kristus tegaskan di Matius 24 dan Lukas 21. 

Yesus Kristus berkata di dalam Matius 24:4: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!  Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.  Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.  

Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.  Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru” (Matius 24:4-8).
    
Itulah sebabnya, berdasarkan Daniel 8 dan 11 kerajaan dunia berada dalam suatu pertentangan semesta terhadap kerajaan Sorga.  Di Daniel 8 pertentangan antara timur dan barat, dan di Daniel 11 pertentangan antara utara dan selatan.  Sistem yang kerajaan dunia miliki disebut “tanduk kecil” yang tidak lain adalah sistem antikristus (Yesaya 14:12-13). 

Ada ungkapan di Yesaya 14:13 yang sama dengan “Harmageddon” yang terdapat di Wahyu 16:16, yaitu “bukit pertemuan.”  Hal ini menggambarkan pertentangan semesta yang besar antara Kristus dan Setan (antikristus), antara kota besar Babilon dengan Kota Besar Yerusalem, antara tanda binatang dengan Meterai Allah, antara angka 6 yang sempurna yaitu angka manusia dan angka 7 yang sempurna yaitu angka Ilahi. 

Pertentangan semesta itu termasuk pernyataan keberadaan Kristus palsu, yaitu SIAPAKAH YANG SAMA SEPERTI BINATANG INI? (Wahyu 13:4)  kontra KRISTUS ASLI, YAITU SIAPAKAH YANG SAMA SEPERTI ENGKAU (Keluaran 15:11).  Berdasarkan pemikiran inilah, Wahyu 13 akan dianalisis oleh tuntunan Roh Nubuat yaitu Roh Kudus.
   

Pembahasan / Uraian Alkitabiah

Wahyu 13:1 mendata: Lalu aku (Yohanes Kekasih) melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.   Ini adalah kerajaan ke-4 yang  ada di planet bumi pada zaman akhir. Wahyu 13 menggambarkannya sebagai kekuasaan manusia yang memiliki ciri sistem antikristus.   Itulah yang dimaksudkan  dengan “tertulis nama-nama hujat.” 

Selanjutnya, [13:2] mencatat: Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.  Komposisi kerajaan keempat  ini mirip dengan apa yang dinyatakan di Daniel 7.  Kerajaan ini memiliki sifat Romawi yang didasarkan atas filsafat Yunani, Media Persia dan juga Babilon kekafiran.  [13:3] Lalu tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh.  

Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.  Ini adalah gambaran kerajaan dunia yang kuat seperti besi dan melakukan kekuasaannya melalui perpaduan agama dan negara.  Salah satu contoh nyata yang terjadi berdasarkan historis adalah Romawi Kekristenan yang berlangsung dari tahun 538-1798 AD.  [13:4] Mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata, "Siapa yang sama seperti binatang ini?

Siapa yang  dapat berperang melawan dia?"  Kekuasaan duniawi ini mengekspresikan dirinya sebagai ciri kekuasaan antikristus.  Kuasa si ular tua alias Setan berdasarkan Yesaya 14:12-13 dan Kejadian 3 dimilikinya.  Sebutan “Siapa yang sama seperti binatang ini” adalah tandingan dari “Siapakah yang seperti Allah” yaitu Mikhael.  [13:5] Kepada binatang itu diberikan mulut yang penuh kesombongan  dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya  empat puluh dua bulan lamanya.  Ini adalah salah  satu penerapan historis di zaman Romawi kuno dan modern yang berlangsung secara nyata sejak kelahiran Yesus Kristus sampai datangnya  jemaat zaman akhir yang setia kepada Sang Pencipta (Lihat Wahyu 12).  [13:6] Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang tinggal di surga.  Inilah yang secara nyata berlangsung di zaman Perjanjian Baru melalui pelayanan Yesus Kristus dan umat Kristiani sejak kelahiran-Nya sampai akhir zaman Perjanjian Baru sebagaimana yang Rasul Yohanes alami.  [13:7] Ia juga diperkenankan untuk berperang melawan  orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya  diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. 

Inilah yang berlangsung selanjutnya sampai tiba akhir zaman.  Pekabaran tiga malaikat najis di Wahyu 16:13-14 bersanding dengan pekabaran tiga malaikat benar di Wahyu 14:6-12.  Dengan kata lain, Harmagedon yaitu pertentangan semesta yang besar antara Kristus dan antikristus, antara yang benar dan yang salah, antara budaya Yerusalem dan Babilon berlangsung dengan seru dan gencar.  

[13:8] Semua orang yang tinggal di bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.  Mereka yang tergolong dalam kelompok antikristus ini adalah orang-orang yang tidak percaya pada Yesus Kristus sebagai jalan kebenaran yang menuju kehidupan sejati berdasarkan Yohanes 14:6. 

Singkatnya adalah orang-orang yang tidak mengenal Sang Pencipta alam semesta namun yang mengandalkan kuasa manusia (Yeremia 17:5-7; 9:23-24; Yohanes 17:3; 1 Yohanes 5:11-12).  [13:9-10] Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! Siapa yang ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; siapa yang ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.  

Ini adalah gambaran adanya dua kelompok manusia sebelum kedatangan Kristus kedua kali.  Mereka adalah yang percaya kepada Sang Pencipta dan yang menolak Sang Pencipta.  PANSUS MATANG yaitu PERKUMPULAN KHUSUS UMAT ALLAH YANG MENANG kontra PANSUS MATANGLAH yaitu PERKUMPULAN KHUSUS UMAT SATAN YANG KALAH.  Tanda binatang kontra Meterai Allah.

Kerajaan yang keempat ini menjalankan kekuasaannya dengan cara palsu, yang disebut “nabi palsu.”  Sistem kekuasaannya digambarkan dengan “patung binatang” yang dijabarkan sebagai berikut:  [13:11] Lalu aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti  seekor naga.  Ini adalah gambaran kelompok yang menolak Sang Pencipta yaitu pemberita-pemberita palsu. 

Salah satu penerapan historisnya dalam sejarah Kristiani adalah kekuasaan Amerika Serikat yang muncul di saat-saat berakhirnya kekuasaan Romawi kekristenan pada tahun 1798.   Namun secara prinsip, hal ini terjadi di seluruh dunia dan bukan hanya di Amerika saja.  [13:12] Seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia [nabi palsu] menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. 

Pengajar-pengajar palsu ini memiliki budaya yang sama dengan kekuasaan tanduk kecil yaitu sistem antikristus.  Salah satu penerapannya adalah kelompok Protestan yang murtad.  

Protestan sejati memiliki semboyan Sola Scriptura yang artinya Alkitab adalah satu-satunya ukuran kebenaran dan kehidupan iman Kristiani.  [13:13] Ia [nabi palsu] mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.  Pengajar-pengajar palsu ini memang melakukan hal-hal yang menakjubkan dari segi lahir namun hal ini bukanlah dasar penilaian Raja Sorga yang sejati. 

Yang penting adalah kehidupan rohani dan bukan sekedar hidup beragama—Lihat 2 Timotius 3:1-5.  [13:14] Ia [nabi palsu] menyesatkan mereka yang tinggal di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukan  di depan mata binatang itu. Ia menyuruh mereka yang tinggal di bumi, supaya mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.  Pengajar palsu ini hanyalah menyesatkan manusia, karena ajarannya tidak berdasarkan Alkitab tapi berdasarkan tradisi leluhur.  Filsafatnya adalah kosong dan palsu namun tidak sesuai dengan hidup Kristiani (Kolose 2:6-8; 1 Timotius 4:1-16).  

Ciri-ciri kepalsuannya adalah: [13:15] Kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.  Kuasa negara menggunakan kuasa agama untuk memaksakan kehendaknya yang berlawanan dengan prinsip Sorgawi.  Inilah situasi dunia yang pasti terjadi dimana-mana sehingga kebebasan beragama setiap orang akan terancam. Inilah contoh nyata di zaman akhir seperti yang terjadi di Daniel 3, 6, dan 11 terhadap Daniel, Hananya, Misael dan Azarya serta juga Ester. 

Masing-masing umat Raja Sorga patut hidup seperti Ayub yang diuji imannya.  [13:16] Ia [nabi palsu] menyebabkan semua orang [universal atau global dan bukan sekedar nasional], [dari segi ukuran badan, yaitu yang] kecil atau besar, [dari segi status ekonomi, yaitu yang] kaya atau  miskin, [dari segi status social, yaitu yang] merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya [artinya aktif berpartisipasi]  atau pada dahinya [artinya aktif berideologi dalam budayanya],  [13:17] dan tidak seorang pun [sebutan universal atau global dari segi negatif]  yang dapat membeli atau menjual [ilustrasi dibuat dari segi ilmu dagang] selain mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. 

Inilah gambaran situasi dunia yang nyata tentang suasana ketidak-bebasan beragama yang universal.  Perintah kematian akan nyata bagi mereka namun umat yang setia akan berpendirian teguh seperti Daniel dan kawan-kawannya.  Tekad mereka adalah juga seperti Rasul-rasul di abad permulaan kekristenan, yaitu “Kami harus lebih taat kepada Allah dari darada kepada manusia” (Kisah 5:29).  

Rangkuman dan Kesimpulan

Sebagai rangkuman dan kesimpulan tentang “SIAPAKAH YANG SAMA SEPERTI BINATANG INI” YAITU “MANUSIA DURHAKA” ALIAS “ANTI KRISTUS” yang dinyatakan melalui ilham Roh Nubuat yang sama dengan Roh Kudus di Wahyu 13, ayat 18 dalam pasal ini patut dibaca sebagai berikut:

Wahyu 13:18 Yang penting di sini ialah hikmat maksudnya adalah Yesus Kristus sebagai Jalan Kebenaran menuju Hidup sejati (Yohanes 14:6; 1 Korintus 1:24; 2:7-9; Amsal 3:13-18) :  Dengan demikian,  Siapa yang bijaksana yaitu yang mengandalkan Firman Raja Sorga sebagai Kesaksian Yesus yang sama dengan Roh Nubuat, baiklah ia memperhitungkan/mempertimbangkan bilangan binatang itu dengan menggunakan ilmu matematika tinggi yaitu ilmu keselamatan dan bukan matematika rendahan yaitu hanya menjumlah. 

Menghitungnya berdasarkan ajaran Firman Raja Sorga Yang Kekal, karena bilangan itu=ciri-cirinya adalah bilangan=ciri-ciri manusia [angka 6 yang sempurna adalah bilangan manusia], karena manusia dan binatang darat diciptakan pada hari ke-6.  Selanjutnya, kuasa antikristus yang tampil di Daniel 3 berciri-ciri 66 (patung manusia yang tingginya 60 hasta dan lebarnya 6 hasta),  kemudian, bilangannya=cici-ciri antikristus di zaman akhir akan lebih hebat lagi karena angkanya  ialah enam ratus enam puluh enam.   Melihat angka 6 di Kejadian 1 dan Daniel 3, angka ini berhubungan erat dengan sifat Babilon (Kejadian 10-11; Yesaya 14; Buku Daniel dan Wahyu; 1 Petrus 5:13).  

Inilah gambaran kekuasaan antikristus di zaman akhir sebagaimana yang dinyatakan di Wahyu 17 melalui perempuan pelacur yang duduk di atas binatang.  Tandingannya adalah perempuan murni di Wahyu 12 yang menjadi gambaran umat Raja Sorga yang setia yaitu Budaya Yerusalem Baru di Wahyu 21 (Lihat Efesus 2:19-22).

Penghakiman yang ditujukan kepada kerajaan dunia yaitu ‘pansus matanglah’ yang sama dengan perkumpulan khusus umat Satan yang kalah di kitab Wahyu bersifat universal atau global.  Misalnya: Wahyu 19:20, Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. 

Wahyu 20:9-10, Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, [20:10] dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

Dengan demikian,  ungkapan “binatang” di Wahyu 13 adalah sistem kekuasaan “manusia durhaka” yang dikenal dengan sebutan “antikristus,” atau “kristus palsu,” atau “nabi palsu,” ataupun “penyesat.”   Hal ini bukan mengarah kepada SATU ORANG atau SATU DENOMINASI atau SATU SEKTE melainkan SATU SISTEM KEKUASAAN. 

Oleh sebab itu, SIAPA SAJA YANG MEMILIKI CIRI TERSEBUT DALAM ARTI MEMILIKI TANDA BINATANG yang artinya TABIAT SETAN YANG TIDAK BERBELAS KASIHAN.  Orang itulah yang disebut MANUSIA DURHAKA atau ANTIKRISTUS alias PANSUS MATANGLAH yaitu perkumpulan khusus umat Satan yang kalah, mulai dari Kain sampai dengan umat Satan di akhir zaman (Matius 25:41).

(Sumber : WAO)

 

 
< Prev   Next >
© 2010 BOGOR Seventh Day Adventist
BogorSDA-BogorSDA