|
|
|
Pesawat Terbang utk Pelayanan |
PDF
|
| Print |
|
E-mail
|
|
Thursday, 29 July 2010 |
|
Pembelian Pesawat Terbang utk Pelayanan di Papua New Guinea
20 Jul 2010 , Townsville, Australia, Nathan Brown/ANN staff
CEO Adventist Aviation Services (AAS), Roger Millist, bersama pesawat terbang baru turbo prop yang dibeli bulan lalu untuk meningkatkan pelayanan gereja Advent di Papua New Guinea. [photo: courtesy Signs Publishing Company]
Pembelian Pesawat terbang baru dari Adventist Aviation Services (AAS) milik gereja Advent di Papua New Guinea diharapkan dapat lebih meningkatkan pelayanan gereja Advent dalam menyebarkan kabar pengharapan di wilayah tersebut yang sering terkendala sulitnya transportasi.
3 tahun setelah persembahan sekolah sabat sedunia dikumpulkan di seluruh dunia untuk membantu salah satu projek pelayanan di wilayah Pasifik Selatan maka terwujudlah keinginan memiliki pesawat terbang berkapasitas 10 penumpang baru berjenis turbo prop serta dijualnya pesawat sebelumnya yang telah tua usianya.
Pesawat baru ini memberikan "kapasitas yang lebih besar dan lebih efisien untuk mendukung misi pelayanan gereja Advent di wilayah ini", kata Roger Millist, CEO Adventist Aviation Services.
Pesawat sebelumnya telah melayani 2.700 jam terbang, 70% nya untuk kepentingan pelayanan gereja, dan 30% nya dipergunakan untuk mengangkut barang dan penumpang secara komersial, dan telah memberikan pemasukan bagi AAS sebesar US$ 1.5 juta.
"Dengan adanya pesawat baru ini kita akan mampu menjangkau wilayah2 lain di Papua New Guinea yang selama 30 tahun ini tidak bisa kita jangkau" kata Millist.
Gereja Advent di sana sekarang memiliki 2 pesawat yang siap bagi pelayanan. "Sekarang, dengan 2 pesawat, kita dapat pastikan siap setiap saat bagi pekerjaan pelayanan" lanjut Millist.
Gereja Advent di Papua New Guinea termasuk memimpin pada industri kedirgantaraan, gereja Advent di sana yang pertama menggunakan pesawat PAC 750 turbo prop pada tahun 2007. "Saat masyarakat Papua New Guinea berpikir tentang pesawat PAC 750, maka mereka akan mengingat maskapai penerbangan milik gereja Advent".
Kebutuhan mendekat adalah melakukan pelatihan bagi tambahan pilot dan engineer nya.
"Ini adalah programnya Tuhan, ini pesawat milik Tuhan, dan DIA lah yang akan mengarahkan semua ini ke depannya" kata Millist. |
|