|
Monday, 19 October 2009 |
|
oleh: HENRY WANG EDUCATION DEPARTMENT LSDC SDA CHURCH, USA
Renungan kita pada kesempatan ini merupakan kesaksian pribadi. Kisah ini terjadi ketika saya dipercayakan oleh states of education untuk mengunjungi sekolah-sekolah di berbagai tempat. Pada hari itu setelah seharian mengunjungi sekolah-sekolah di bagian selatan dari state itu, saya menyewa sebuah hotel untuk satu malam. Setelah memasuki ruang kamar hotel, saya langsung menggantungkan baju-baju saya dan memulaikan akan pekerjaan pembukuan dan laporan melalui kertas yang harus di selesaikan.
Sementara saya melakukan beberapa pengambilan nilai dari test bahasa Inggris dan beberapa general business assignments, dan sesudah itu juga dilanjutkan dengan menyimpan nilai-nilai di dalam buku catatan saya, di saat yang sama saya memperhatikan di mana ruangan yang saya tempati udara di dalam sangatlah dingin.
Thermostat yang di dinding menunjukkan 62 derajat. Dalam pemikiran saya tidak heran bahwa ruangan ini sangatlah dingin. Setelah saya naikkan temperaturnya, saya kembali lagi melanjutkan pekerjaan saya dengan pengambilan akan nilai dari test-test tersebut. Tetapi tetap saja ruangan itu tidak menjadi hangat. Kembali lagi saya menaikkan temperatur itu pada temperatur yang lebih tinggi lagi dan sambil menunggu jika alat pemanas itu akan bekerja. Akhirnya saya memanggil petugas yang berada di meja depan, dan mengatakan bahwa ruangan saya tidak mempunyai alat pemanas. Temperatur sangat dingin dan saya sudah sangat kedinginan. Kemudian petugas itu katakan, coba lihat di bagian bawah dari thermostat itu, dan juga lihat jika tombol di set on dan apakah kabel power terhubungi. Dengan segera saya merayap ke bawah dan mencari kabel power dan tombol tersebut. Setelah saya mendapatkannya ternyata kabel dan bahkan tombol semuanya di off mode dan kabelnya pun tidak tersambung pada power connection. Saya langsung menyolokkan kabel tersebut dan tombol powernya saya nyalakan dan dalam beberapa menit saja ruangan tersebut menjadi panas dan nyaman.
Pagi ini saya melewati akan thermostat di rumah saya, dan selalu teringat akan bagaimana pengalaman saya dan mengingat bagaimana hubungan kita manusia dengan Roh Suci yang bekerja di dalam kehidupan-kehidupan kita. Apapun usaha-usaha kita yang terbesar sekalipun di dalam mengatasi akan masalah-masalah kehidupan kita, kita tidak akan sukses di dalam menyelesaikannya. Nanti setelah kita memiliki hubungan dengan sumber kekuatan dan kuasa yaitu kuasa dari Roh Suci, barulah kita bisa mendapatkan kehangatan dan kenyamanan di dalam kehidupan kita baik fisik, mental, kerohanian dan sosial. Roh Sucilah satu-satunya yang menjadi kekuatan dan ketergantungan kita yang dapat menolong kita untuk menghilangkan akan tabiat-tabiat yang buruk dan melakukan apa yang benar. Roh Sucilah yang satu-satunya juga yang dapat mengatasi dan menolong bagi masalah-masalah kehidupan kita apapun situasinya.
Hari ini kita akan menghadapi tantangan-tantangan hidup. Kita bisa mencoba untuk mengatasinya dengan kekuatan kita, atau pilihan yang terbaik, serahkanlah segalanya kepada tuntunan dan kuasa dari Roh Suci sumber kuasa yang sesungguhnya, hubungkanlah ketergantungan kita kepada sumber itu yaitu Roh Suci. Dia hanya menunggu akan permohonan kita.
2 Petrus 1:3........................ ”Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.”
Tuhan kiranya memberkati kita sekalian. |
|
Last Updated ( Tuesday, 20 October 2009 )
|